Membangun sebuah set untuk pertunjukkan acara televisi bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Dimulai dari menterjemahkan ide/gagasan tim kreatif, membuat sketsa desain, membuat set desain, membuat maket, hingga membangun set itu sendiri.
Perhitungan matematika,fisika,dan tentu saja estetika (seni) menjadi satu keharusan agar sebuah set bisa menunjang sebuah acara televisi yang baik. Beberapa acara televisi yang mendunia bahkan punya standar sendiri, sehingga sebuah set di satu negara punya kemiripan dengan acara serupa di negara yang berbeda. Lihat saja panggung yang megah di acara musik World Idol, American Idon, Indonesian Idol, tampak mirip bukan ?
Komposisi,warna,backdrop,ornamen,property,menjadi perhatian khusus seorang art director ketika membuat gagasan set design.
“Gimana wardrobe buat talent cowok udah siap apa belum Ndah?” tanya Farrah, seorang Line Producer pada Indah dalam satu kesempatan persiapan shooting video klip. “Sebetulnya sich udah dapet Jeng, cuma ditolak sama sutradara tuh,…katanya kurang cocok sama karakter yang dia mauin”, jelas Indah dengan bibir monyong.
Wardrobe dalam arti sebenarnya adalah lemari dinding tempat menyimpan pakaian, awalnya nama “wardrobe” dimaksudkan pada sebuah ruangan di dinding yang menyatu dengan tembok. Sebutan lain untuk wardrobe adalaharmoire. Namun, dalam istilah televisi dan film istilah wardrobe langsung dikaitkan pada masalah pakaian atau kostum pemain itu sendiri, bukan tempat peyimpanannya.
Memilih pakaian untuk sebuah pertunjukan film atau televisi bukan perkara mudah, selain harus punya sense of art dia juga mesti memiliki skill yang baik. Memang orang yang mengurus wardrobe tidak harus bisa merancang sebuah kostum tapi alangkah baiknya jika dia punya pengalaman bekerjasama dengan seorang costume designer.
Sebagai bagian dari tata artistic, make-up mempunyai peranan yang sangat penting. Biar kelihatan akademis, sayapun mencari-cari apa definisi dari make-up itu sendiri. Ternyata ada beberapa definisi, tapi yang paling suka adalah ini,simpel banget. Make up adalah seni menggunakan bahan-bahan kosmetika untuk mewujudkan wajah yang diperankan. Jadi, make-up itu ternyata seni juga ya booo…. Ba bo ba bo…emang gw kebooo, hehehe… Tentang seni itu apa gak usah saya jelasin ya, kan udah di pertemuan sebelumnya, pertemuan awal tentang mata kuliah Tata Artistik. Inget kan bowww…
Urutan make up secara sederahana adalah :
- Sunscreen
- Skin Enhancer (biasanya dipakai di daerah mata,hidung, dan pipi)
- Foundation
- Blush On
Bisa juga seperti ini :
- Mosturizer/sunscreen
- Primer/base make up
- Concealer
- Foundation
- Bedak
- Shading
- Mascara
- Eyeliner
- Eyebrow shadows & eyeshadows
Wuihhh…panjang kan? Tapi ada juga yang seperti ini :
- Moisturizer
- Sunblock
- Concealer
- Bluch on cream
- Bedak padat buat bawah mata
- Bedak tabur buat muka
- Eyeshadow
- Eyeliner
- Mascara
- Pensil alis
- Sikat alis
- Brow gel
- Bronzing/shimering di apple cheek
- Lipbalm
Jadi…..gak heran kan kalo cewek dandannya lama banget? tapi….arrrgggh….bukan ini yang akan saya bahas. Yang akan dibahas detail adalah bagaimana melakukan make-up karakter. Make up dengan tujuan khusus untuk karakter tertentu dalam sebuah film atau acara televisi.
O’ya…seperti biasa beberapa materi saya sarikan dari beberapa sumber, silahkan baca dengan damai…..
Make Up Karakter
Character Make up atau /Stage make up adalah untuk menampilkan watak tertentu bagi seseorang aktor dan aktris di panggung. Rias wajah karakter dimaksudkan untuk membantu aktor menggambarkan suatu peran dengan membuat wajahnya/ mukanya menyerupai muka peranan watak yang akan dimainkan. Untuk mengungkapkan gambaran watak tersebut dapat dilakukan rias wajah yang menonjolkan secara realistis maupun non realistis. Rias wajah karakter ini dipergunakan untuk persiapan-persiapan bagi acara siaran TV, film, sandiwara, pentas mengikuti suatu pola umum dan biasanya perias mengadakan rapat naskah (script conference) dengan produser atau sutradara sebelum atau sesudah membaca naskah.
Rias wajah karakter ini mempunyai ciri-ciri antara lain:
(a) garis-garis rias wajah yang tajam,
(b) warna-warna yang dikenakan dipilih yang menyolok dan kontras,
(c) alas bedak yang digunakan lebih tebal.
Ada dua hal yang harus diperhatikan dalam merias wajah karakter yaitu:
(a) menganalisa gambaran watak yang diinginkan,
(b) mewujudkan gambaran watak tersebut dengan mempertimbangkan 8 faktor yang
menentukan yaitu:
1 ) keturunan/ras/genetik,
2 ) usia/umur,
3 ) kepribadian misalnya berwatak keras, ramah, berwibawa, lucu, atau manja,
4 ) kesempurnaan jasmani, atau adanya cacat yang menonjol,
5 ) kesehatan, apakah tokoh itu orang yang akan ditampilkan sakit-sakitan,
6 ) mode busana, tidak rias wajahnya saja, tetapi juga tatanan rambutnya,busana dan perlengkapannya yang menunjang,
7 ) lingkungan, seorang yang hidup di daerah tropis tentunya beda denganmereka yang hidup di daerah sub tropis,
8 ) pendidikan seseorang yang berasal dari kalangan terpelajar akan tampilbeda dengan yang kurang terpelajar baik dalam hal tata rias wajah, rambut maupun busana dan dan perlengkapannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar